Ketika hujan ini membasahi kaca jendelaku, aku teringat senyum itu.
Saat aku sedang terpuruk oleh keadaan yang menekanku.
Senyum itu datang membawa kebahagiaan tersendiri buat aku.
Ya, senyum itu telah membawa aku ke keadaan yang lebih baik.
Saat aku sedang terpuruk oleh keadaan yang menekanku.
Senyum itu datang membawa kebahagiaan tersendiri buat aku.
Ya, senyum itu telah membawa aku ke keadaan yang lebih baik.
Ketika hujan ini membasahi kaca jendelaku, aku tersenyum untuk kedua kalinya.
Karena aku teringat wajah dengan senyum yang membawaku kedalam keadaan yang lebih baik.
Ketika hujan ini membasahi kaca jendelaku, aku tersenyum lagi untuk ketiga kalinya.
Karena aku masih saja teringat dengan wajah yang penuh dengan kedamain itu.
Ketika hujan ini membasahi kaca jendelaku, aku terheran, kenapa aku selalu mengingat wajah itu.
Padahal wajah itu sekarang jauh dari tempatku berdiri kini.
Hanya karena hujan, ingatan itu tak mau pergi, layaknya hujan ini yang selalu membasahi kaca
jendelaku ketika mereka turun dari langit untuk menyejukkan tanah bumi yang subur ini.
Ketika hujan ini membasahi kaca jendelaku, untuk kesekian kalinya kau teringat senyum itu
menghiburku.
Aku tak akan menyalahkan keadaan, aku berterima kasih kepada hujan yang turun sore ini, untuk mengingatkanku akan senyum itu.
Senyum yang dapat menyembuhkan luka dalam hatiku.
Yang kini senyum itu telah dapat dimiliki orang lain untuk selamanya.
Aku tak menyesalkannya, hanya saja, kenapa senyum itu ada setiap tetesan hujan yang turun
membasahi kaca jendelaku???
Aku tak membohongi diriku bahwa aku telah mengingatnya untuk kesekian kalinya.
Terima kasih, kau yang memiliki senyum indah itu. J
Bekasi
07 Desember 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar