Senin, 23 Januari 2012

Gombalan


Akhir-akhir ini gue sering denger kata-kata yang bikin kepala gue mau pecah, gombalan. Jiahh… gue paling nggak suka gombalan, gue pernah nyoba ngegombalin cewek gue, kata cewek gue “loe jangan ngegombal dech, muka loe aja masih kayak gombal.”

Gue nggak tau hidup di jaman apa gue sekarang. Yang jelas gue nggak bisa ngikutin jaman alias “katrok”. Ada sebagian teman gue yang dapetin pacar hanya karena nyoba gombalan yang dia dapet dari majalah Bobo kepada cewek yang dia taksir saat mau nunggu bus di halte. Gampang banget ya…

Nich gue mau ngasih sedikit gombalan-gombalan yang sering gue denger yang hampir bikin mata gue keluar dari tempatnya…

Co           : say tadi sehabis hujan liat pelangi nggak?
Ce           : nggak, emangnya kenapa?
Co           : soalnya pelanginya ada diamata kamu…
Ce           : ah sayang bisa ajah.. :D
“emangnya pelangi bisa masuk kedalam mata? Emang matanya sebesar langit? Jenis manusia apaan tu ceweknya?”

Co           : tau tempat jualan printer nggak?
Ce           : nggak tau, emangnya mau ngeprint apa?
Co           : mau ngeprint nama kamu dihati aku…
Ce           : ;DDDDDDDDDDD
“kok bisa cewek seneng digombalin? Apa dia nggak mikir makhluk apaan cowoknya tu? Masak dia mau nelen kertas sehingga kertas nya bisa nyangkut dihatinya?”

Banyak sekali orang yang mau ngapalin gombalan-gombalan entah dapet dari majalah anak, majalah porno, tv, ataupun dapet dari tempat sampah demi mau liat si pacar jadi seneng, berpikir “ih, cowok aku pandai ngegombal… seneng dech…”. Padahal nggak semua cewek suka digombalin, gue pernah nyobain ama cewek penjual jamu di kampung gue, gini gombalan gue ke cewek itu.

Gue       : Hi cewek, bapak kamu penjual jamu ya?
Si cwe   : iya, kok kamu tau?
Gue       : soalnya kamu pahit… :P
Si cwe   : ?!@#$%^&*
Langsung seketika gue digampar dan koma 3 hari.

Ada satu contoh lagi antara gue dan tetangga gue…
Gue       : Hi Ina, bapak kamu tukang kebun ya?
Ina          : iya, kok kamu tau? Kamu mau ngegombalin aku ya? (sambil muka merah dan gaya seperti orang pengen kencing yang udah ditahan selama 3 jam)
Gue       : iyalah, soalnya kan gue pernah ngebantuin bokap loe…
Dari situ gue tau betapa kerasnya tamparan orang yang sering nabokin sapi agar sapinya itu mau jalan ketika ada disawah.

Padahal apa yang gue katakan kan bener dan apa adanya… gue kira semua cewek suka ama cowok yang berkata jujur dan apa adanya. Ini ngebuktiin kalo nggak semua cewek suka digombalin. Atau ntar gue bikin bahasa baru, “ngekeset”,,,

Kamis, 19 Januari 2012

kampus gue

mungkin sebagian orang yang mengenal gue tahu kampus gue dimana, tapi gue yakin kalo mereka-mereka ini nggak pernah tahu gimana penampakan kampus gue.
mungkin disini gue pengen menampakkan kampus gue,
nama kampus gue, STTD (Sekolah Tinggi Transportasi Darat), yang beralamat Jl. Raya Setu Km 3,5 Cibitung, Kab. Bekasi. Sekolah Kedinasan yang bernaung dibawah Kementrian Perhubungan. Kampus yang menghasilkan SDM Perhubungan yang kompeten dan berwawasan profesional dibidang Transportasi Darat.

oh iya, gue dikampus ini diasramakan, bareng temen-temen gue seangkatan sebanyak 135 Taruna. oh iya, taruna itu sebutan Mahasiswa dikampusku.
 ini asrama gue, ada 3 asrama Taruna dan 1 asrama Taruni (sebutan mahasiswa cewek) semuanya.
makan pun harus diruang makan,
semua kegiatan dikampus gue teratur, maksudnya semua menganut dengan jadwal yang telah ditetapkan. dari mulai bangun tidur, senam pagi, apel pagi, sampai tidur malam pun semua ada waktunya. (disiplin banget yak)
ini gambaran kelas gue saat ada dosen...

  
ini anggota kelas gue, yang berjumlah 20 taruna/i, (belakangan ada senior gue yang masuk kekelas gue, sehingga keluarga kami bertambah menjadi 21 orang)
selama 3 tahun nanti, kita akan hidup bersama dalam kegiatan sehari-hari untuk menuntut ilmu dan kedisiplinan, tak luput banyak kejadian yang konyol dan kocak, serta mengharukan yang mewarnai kehidupan kami sebagai taruna STTD.
mungkin sampe disini dulu, perkenalan kampus gue, akan gue ceritain di blog gue ini selagi gue sempet (dan inget pw gue, soalnya kadang gue lupa pw blog gue sendiri).

salam Taruna Yuyus (ceileee...)

Senin, 16 Januari 2012

HP ku yang udah usang

pengen sedikit cerita tentang HP ku...
ini penampakan HP ku yang sekarang aku pake, w200i

emang belum lama aku pake tu HP, tapi udah banyak pengalaman yang aku lalui bersama HPku ini. banyak yang bilang ke aku untuk ganti HP yang terkini, seperti Samsung Galaxy S, atau Black Berry, atau HP android semacamnya. tapi aku tak menghiraukan itu, soalnya HP ku ini cukup bandel dan simpel. memang kenapa kalo kita pake HP jadul kayak gini? emang ada Undang-undang harus selalu ganti HP tiap trend kita berubah? nggak ada kan...

cewek ku juga nggak ada tuch koment tentang HPku yang jadul gini. walaupun HP dia sendiri udah 2 simcard, nggak pernah dia nyuruh aku buat ganti HP. (kalo mau ngasih sich diterima aja.. :P)

mungkin ini sedikit cerita tentang HPku, nggak ada yang istimewa memang, tapi aku akan beritahu kalian jika HPku ini sudah ganti yang baru.. :))

Sabtu, 07 Januari 2012

Ketika Hujan ini membasahi kaca jendelaku

Ketika hujan ini membasahi kaca jendelaku, aku teringat senyum itu.
Saat aku sedang terpuruk oleh keadaan yang menekanku.
Senyum itu datang membawa kebahagiaan tersendiri buat aku.
Ya, senyum itu telah membawa aku ke keadaan yang lebih baik.


Ketika hujan ini membasahi kaca jendelaku, aku tersenyum untuk kedua kalinya.
Karena aku teringat wajah dengan senyum yang membawaku kedalam keadaan yang lebih baik.


Ketika hujan ini membasahi kaca jendelaku, aku tersenyum lagi untuk ketiga kalinya.
Karena aku masih saja teringat dengan wajah yang penuh dengan kedamain itu.
Ketika hujan ini membasahi kaca jendelaku, aku terheran, kenapa aku selalu mengingat wajah itu.
Padahal wajah itu sekarang jauh dari tempatku berdiri kini.
Hanya karena hujan, ingatan itu tak mau pergi, layaknya hujan ini yang selalu membasahi kaca
jendelaku ketika mereka turun dari langit untuk menyejukkan tanah bumi yang subur ini.


Ketika hujan ini membasahi kaca jendelaku, untuk kesekian kalinya kau teringat senyum itu
menghiburku.
Aku tak akan menyalahkan keadaan, aku berterima kasih kepada hujan yang turun sore ini, untuk mengingatkanku akan senyum itu.
Senyum yang dapat menyembuhkan luka dalam hatiku.
Yang kini senyum itu telah dapat dimiliki orang lain untuk selamanya.
Aku tak menyesalkannya, hanya saja, kenapa senyum itu ada setiap tetesan hujan yang turun
membasahi kaca jendelaku???
Aku tak membohongi diriku bahwa aku telah mengingatnya untuk kesekian kalinya.
Terima kasih, kau yang memiliki senyum indah itu. J

Bekasi
07 Desember 2011